[Link:] Ferdi Zebua – Dari Mas Agung Waskito: “Kenapa ORANG… | Facebook

Sebuah copy-paste status message yang cukup keras namun penting, bahkan masih relevan saat ini, dari alm. Mas Agung Waskito, dari 23 Juni 2012.

“Kenapa ORANG malaysia dan indonesia selalu ribut soal remah-remah warisan seni budaya tradisinya (yg toh tak lama lagi akan punah krn tak diurusi kesejahteraan masy pendukungya)?
Maklum sama2 mental jajahan, sudah terlalu lama kerjanya diadudomba, jadi sdh tak punya kecerdasan utk mengatasi masalah identitasnya. Kecerdasan Emosi & Spiritual sudah diisolir dlm atau dihapus dari otak/ hati/ nurani. Dalam ruang kesadaran yg terpenting hanya komodifikasi segala hal yg bisa diobyek-kan (dlm hal ini ‘mata budaya’ spt Gordang9 atau Tortor). Sebetulnya yg lebih kelihatan bodoh ya pemimpin2nya… pintar2bodoh. Mereka (ntah sadar/tahu atau tak) membiarkan percakapan di publik menjadi liar/ tak membumi/ menebar kebencian (apa ini yg mereka mau, krn dianggap bisa jadi ‘proyek baru’?). Memang tak mudah utk jadi pemimpin, tapi kalau intelejensianya cuma dilevel intelejen militer rasanya dari pengalaman kita selama ini kok jauh panggang dari (api) kemanusiaan, sifat2 berbudaya dan beradab. Malaysia sadar krisis identitas budaya, sebaliknya kita terlalu besar kepala dengan mengatakan kita (pernah) kaya budaya (apakah benar masih kaya, setelah genosida pasca ’65 hingga kini?). Tapi persamaannya, keduanya menganggap budaya warisan tradisinya hanya sebatas komoditi obyek wisata (ujungnya utk mengeruk devisa). Dan sesungguhnya keduanya juga sama2 gak PD dengan ketradisiannya akibat warisan mental penjajah (yg menilai pribumi dg kulturnya = kafir). Terhadap orang yg punya mental spt ini, penjelasan betapa eksotisnya suatu seni tradisi akan jadi obyek puji2annya, tapi ketika kita menyinggung betapa sulitnya hidup mereka (krn tidak disuport justru oleh pemerintah), sang oknum pemimpin ini akan melengos, pura2 tak dengar pembahasan bagian yang tidak mengenakkan itu.Bila Malaysia terus melakukan klaim2 kultur spt ini, sebetulnya itu memperlihatkan bahwa cendekiawa/ elit2nya adalah orang2 yg wawasannya tercetak a’la Barat, & baru dalam taraf tukang mikir. Kenapa krn tak tahu dimana core dr identitas yg seharusnya bs mereka gali sendiri tanpa harus ngerampok punya orang lain. Apa ini krn tulah lagu kebangsaannya ya? ”.. buaya timbul disangka mati…“ Mungkin seumur hidup bangsa itu akan jadi seperti buaya yang menunggu mangsa (jenis2 seni budaya daerah Indonesia) lengah (alias orang kita sendiri yg juga sdh tak peduli/malu dg budayanya, sehingga sekarat/ spt ‘tak bertuan’). Atau dalam bahasa kerennya, nunggu muntahan orang indon. Kenapa sumpit tak diklaim Jepang sih? Karena mereka (Cina & Jepang) tak senaif/ bodoh kita?”


from my Tumblr blog: ferdifz.tumblr.com [direct link]

Advertisements

Author: Ferdi Zebua

For more info visit my WordPress.com blog, my Google+, or my Ello.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s